Tampilkan postingan dengan label Puskesmas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puskesmas. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2022

Persiapan Bulan Imunisasi Campak Rubella dan Vaksin PCV


Pencapaian Imunisasi Campak Rubella 1 secara nasional pada tahun 2019 mencapai target 95,2%, sedangkan imunisasi rutin lanjutan Baduta 72,7%, namun capaian Imunisasi Campak Rubella pada tahun 2020 semakin mengalami penurunan yaitu 86,9% untuk imunisasi dasar pada anak usia 9 bulan dan 60 5% untuk imunisasi lanjutan pada Baduta.

Untuk itu diperlukan upaya pemberian imunisasi tambahan untuk menutup immunity gap tersebut. Salah satu upaya untuk menutup immunity gap adalah melalui pemberian imunisasi tambahan Campak Rubella pada kelompok umur sesuai dengan kajian epidemiolog bagi setiap provinsi sesuai dengan tingkat risiko.

Untuk mempercepat upaya eliminasi Campak Rubella di Indonesia diperlukan upaya untuk memutus transmisi penularan infeksi Campak Rubella dalam waktu cepat dengan pemberian imunisasi tambahan melalui kegiatan bulan Imunisasi Campak Rubella


Hal tersebut terungkap dalam pertemuan persiapan bulan Imunisasi Campak Rubella dan vaksin PCV yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun pada hari Senin 21 Maret 2022 di Ruang Pertemuan Lantai 1 Rumah Makan Icha Orient Tarsan Caruban.

Hadir sebagai pembicara Wiwien Purwitasari, SKM, MKES., Programmer Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, sementara peserta kegiatan adalah para Koordinator Imunisasi dan Bidan Koordinator dari semua Puskesmas di Kabupaten Madiun.

Wiwien dalam pembahasannya memaparkan target imunisasi mulai tahun 2020 sampai 2024 dan evaluasi capaian vaksinasi Puskesmas-puskesmas di Kabupaten Madiun tahun 2019 sampai 2021.


Terkait Program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) bagi balita dan anak sekolah (PAUD), akan dilaksanakan dengan pemberian imunisasi Campak Rubella dan imunisasi Kejar sebagai upaya untuk melengkapi status imunisasi bayi (polio dan DPT-HB-HiB.

Melengkapi imunisasi bayi, pemerintah menyiapkan program imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk mencegah penyakit pneumonia akibat bakteri Streptococcus pneumoniae. Vaksin ini relatif aman dan efektif untuk melindungi dari penyakit akibat bakteri Pneumokokus.

Secara global, Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah merekomendasikan vaksin pneumokokus pada bayi dan anak balita. Di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merekomendasikan pemberian imunisasi PCV untuk melindungi bayi dan balita dari penyakit pneumonia yang disebabkan bakteri pneumokokus.

Kamis, 17 Maret 2022

Sosialisasi Desa siaga Sehat Jiwa


Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melaksanakan Sosialisasi Desa siaga Sehat Jiwa dan pelaksanaan Posyandu Jiwa dengan tajuk Pertemuan Kader Kesehatan Jiwa di Kantor Kelurahan Krajan Kecamatan Mejayan, Jumat, 18 Maret 2022. 

dr. Indra Dwiyanto Sp.KJ., Spesialis Kesehatan Jiwa dari RSUD Caruban dihadirkan secara khusus sebagai pemateri kegiatan ini.


"Acara ini sebagai upaya sosialisasi kesehatan jiwa di masyarakat, terutama mengenai deteksi dini gangguan jiwa serta penanganan ODGJ dimasyarakat," demikian ungkap Ahmad Yunta Musthofa, SKM., Sub Koordinator Penyakit Tidak Menular Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.

"Diharapkan dengan acara ini bisa menghilalangkan stigma negatif tentang ODGJ di masyarakat," lanjut Yunta, panggilan akrab Ahmad Yunta Musthofa, SKM.


Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan kader kesehatan, lurah krajan, Kepala Puskesmas Mejayan Dr. Lilik Puji Restini serta Tim Dinas Kesehatan.

Selesai kegiatan di Kantor Kelurahan Krajan tim Dinas Kesehatan, Puskesas dan dr. Indra melakukan kunjungan untuk pemeriksaan berkala pasien jiwa di wilayah Kelurahan Krajan.

Peningkatan Kapasitas Puskesmas Dalam Penemuan Kasus PD3I


Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun menyelenggarakan pertemuan Peningkatan Kapasitas Puskesmas Dalam Penemuan Kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di RM Icha Orient Tarzan Caruban, Kamis, 17 Maret 2022.

Menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, pertemuan dihadiri pihak-pihak yang terkait dengan penemuan kasus-kasus PD3I diantaranya Kepala Puskesmas, Surveilans Puskesmas, Rumah Sakit Dolopo, Rumah Sakit Caruban, Rumah Sakit Dungus dan klinik swasta di lingkup Kabupaten Madiun.


Dalam sambutannya dr. Anies Djaka Karyawan, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mengatakan bahwa penemuan kasus PD3I banyak berkurang karena pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini. 

dr. Anies berharap surveilans bersama seluruh tim meningkatkan penemuan kasus PD3I agar dapat dilakukan penanganan lebih dini dan tidak menjadi KLB di Kabupaten Madiun.


Zumaroh, pejabat fungsional epidemiologi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur selaku narasumber mengharapkan agar peserta mampu mengenali dan melaporkan kasus PD3I di Kabupaten Madiun.

"Bapak-ibu harus mampu melacak kasus PD3I terutama AFP, Campak, Diifteri, Tetanus neonatarum dan Pertusis, kemudian mengambil dan mengirimkan spesimen dengan benar;" demikian lanjut Narasumber yang akrab dipanggil Zuma ini.

Zuma juga menjelaskan Eradikasi Polio 2026, Eliminasi Campak Rubella tahun 2023 lengkap dengan parameternya.


Senam bersama mewarnai penyampaian materi Zuma. Dengan iringan lagu yang populer, seluruh peserta ikut berjoget untuk menyegarkan kembali suasana pertemuan.

Sebelum kegiatan diakhiri pada pukul 12.30, narasumber muda dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur ini memberikan kesempatan tanya jawab untuk lebih mempertajam materi sekaligus menjawab permasalahan yang terjadi di lapangan.

Launching Vaksinasi Lintas Agama


Pemerintah Kabupaten Madiun bekerjasama dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Madiun dan Universitas Muhammadiyah Madiun melaksanakan Launching Vaksinasi Lintas Agama, Rabu 16 Maret 2022.

Acara yang digelar di Pendopo Ronggo Djoemeno Caruban dengan menyasar 13.000 masyarakat ini sebagai wujud kebersamaan umat beragama Kabupaten Madiun dalam meningkatkan imun warga dalam menghadapi pandemi yang hingga saat ini belum berakhir.


Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Madiun, Pengurus Pusat Muhammadiyah, pengurus FKUB , Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun dan Forkopimda Kabupaten Madiun.

Dalam sambutannya Ketua FKUB mengatakan kegiatan ini adalah wujud kepedulian dalam menangani pandemi. "Kami bekerjasama dengan berbagai pihak dalam menyiapkan 13.000 dosis vaksin. Untuk hari ini kami mentargetkan 500 sasaran, sisanya akan bekerjasama dengan puskesmas untuk pelaksanaan vaksinasi."


Sementara  Agus Taufiqurrahman, M.MKES., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Kesehatan yang turut hadir mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai jihad kemanusiaan. "Barangsiapa yang menyelamatkan satu kehidupan seperti menyelamatkan seluruh kehidupan."

Bupati Madiun dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Madiun berharap kegiatan ini bisa menjadi wujud kerjasama untuk mengatasi Pandemi. Wakil bupati juga menyampaikan data cakupan vaksinasi Kabupaten Madiun Dosis 1 : 80%, Diosis 2 :  70% dan Dosis 3 : 5%.


Tidak lupa Wabup meminta partisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk mendorong penambahan cakupan vaksinasi agar Gap antara vaksinas dosis 1 dan Dosis 2 semakin kecil.

Dalam kegiatan ini Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun menyiapkan 3 tim vaksinator dari Puskesmas Pilangkenceng, Puskesmas Klecorejo dan Puskesmas Wonoasri untuk melayani 500 sasaran Dosis 1, dosis 2 dan dosis 3 menggunakan vaksin Sinovac, Astrazeneca dan Pfizer.

Kegiatan diakhiri pada pukul 11.00.

Jumat, 25 Februari 2022

Vaksinasi Booster di Area Pendopo Muda Graha


Setelah penyelenggaraan vaksinasi dosis lanjutan bagi ASN Pemerintah Kabupaten Madiun di Pendopo Ronggo Djoemeno  Caruban pada tanggal 11 Februari 2022 bagi Organisasi Perangkat Daerah yang berlokasi di sekitar Caruban, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Kesehatan melaksanakan vaksinasi dosis lanjutan di komplek Pendopo Muda Graha Jalan Alun-alun Utara Nomor 4 Madiun, Jumat 25 Februari 2022.

Terdata dalam undangan, sejumlah OPD di sekitar Kota Madiun diantaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Madiun Umbul Square.

Penyelenggaraan vaksinasi dosis lanjutan bagi ASN di komplek Pendopo Muda Graha  Kota Madiun bertempat di Gedung Korpri dan Paseban mulai pukul 8 sampai pukul 11.

Pada kesempatan kali ini Dinas Kesehatan mengerahkan 5 tim vaksinator dari Puskesmas Klagenserut, Sawahan, Mojopurno, Wungu dan Madiun dengan jumlah personil keseluruhan 45 orang.


“Peserta vaksinasi kali ini diberikan suntikan vaksin Astrazeneca," demikian ungkap Agung Dodik Pujianto, SST. Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.

Selain dosis lanjutan panitia juga menyediakan vaksin untuk peserta yang belum disuntik dosis 2. "Untuk mengantisipasi adanya peserta yang belum disuntik vaksin dosis 2 kami menyediakan vaksin Astrazeneca dan Sinovac" demikian pungkas Agung Dodik Pujianto.

 

Rabu, 23 Februari 2022

Vaksin Booster Massal PT. KMBS Pilangkenceng


PT. Karyamitra Budisentosa melaksananakan vaksinasi massal dosis lanjutan untuk karyawan dan karyawatinya, Kamis 4 Februari 2022. Vaksinasi dilaksanakan di area Gudang Transit Material Gedung C perusahaan di Jl. Raya Pilangkenceng, Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.

Produsen sepatu kulit orientasi eksport Eropa ini berencana memvaksin 800-an karyawan dan karyawatinya mulai jajaran manajemen sampai security dan cleaning service.


Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun menurunkan tiga tim vaksinator untuk melayani pendaftaran, skrining, suntik dan pencetakan kartu vaksin. "Dua tim vaksinator dari Puskesmas Pilangkenceng sebanyak 15 orang dan satu tim vaksinator dari Puskesmas Wonoasri sebanyak 9 orang," demikian tutur petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Harsono, S.Sos.

“Untuk Vaksinasi dosis lanjutan di PT. Karyamitra Budisentosa ini kami menggunakan vaksin AstraZeneca,” demikian lanjut Harsono, S.Sos.


Menurut pantauan kami di lokasi vaksinasi, ada karyawan dan karyawati yang harus ditunda pemberian vaksinnya karena beberapa sebab. Sebagian yang harus ditunda mengaku tekanan darah cukup tinggi, sebagian karena tekanan darah sedang rendah, sedang tidak fit dan sedang mengkonsumsi obat dokter.

Vaksinasi dosis lanjutan di PT. Karyamitra Budisentosa Pilangkenceng diakhiri pada pukul 14.30.

 

Supervisi Puskesmas Mlilir


Rabu, 23 Februari 2022. Selesai pelaksanaan supervisi di Puskesmas Bangunsari Dolopo, tim Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melanjutkan supervisi di Puskesmas Mlilir, Jl Raya Madiun-Ponorogo Km. 30 Kelurahan Mlilir, Dolopo.

Tim supervisi diterima Kepala Puskesmas Mlilir, dr. Yanti Umi Anggraeni di Ruang Pertemuan Puskesmas. dr. Yanti menghadirkan pengelola-pengelola program di Puskesmas yang dipimpinnya.

Dalam sambutannya dr. Yanti mengatakan, "Ini adalah pertama supervisi lengkap di Puskesmas Mlilir selama saya menjadi Kepala Puskesmas. Semoga membawa kebaikan untuk kedua belah pihak.'


"Kepada teman-teman pengelola program, mohon sampaikan kendala yang dihadapi agar dibantu solusinya oleh Dinkes," demikian lanjut dr. Yanti.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Anies Djaka Karyawan dalam sambutannya mengatakan, "Supervisi ini sebagai tindak lanjut monev yang telah dilakukan sebelumnya, jika sebelumnya bersifat administratif, hari ini kami melihat langsung kondisi di Puskesmas."

Salah satu manfaat supervisi dari Dinas Kesehatan, diharapkan ada sinergi yang semakin baik antara Puskesmas dengan Dinas Kesehatan.


Programer dari Survim, PTM dan P2PM selanjutnya melakukan supervisi kepada pengelola-pengelola program Puskesmas. Hasil supervisi disampaikan di akhir kegiatan. 

"Pengalaman baik yang ada di Puskesmas Mlilir, akan kami share kepada Puskesmas lain agar bermanfaat bagi kemajuan layanan kesehatan di Kabupaten Madiun," demikian pungkas dr. Anies di akhir kegiatan.

Supervisi di Puskesmas Mlilir diakhiri pukul 13.30 WIB.

Supervisi Puskesmas Bangunsari Dolopo


Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun kembali melaksanakan supervisi ke puskesmas. Pelaksanaan supervisi Rabu 23 Februari 2022 dilaksanakan di Puskesmas Bangunsari, Jl. Panjang Punjung, Krajan, Bangunsari, Kecamatan Dolopo.

Rombongan tim supervisi dipimpin Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr. Anies Djaka Karyawan. Hadir bersama tim, sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Agung Dodik Pujianto SST, sub Koordinator P2PM Sukamdo beserta programer-programer Bidang P2P.

Tim supervisi diterima langsung Kepala Puskesmas Bangunsari Dolopo, drg. Cukup Wibowo di Ruang Kesehatan Mulut dan Gigi.


Setelah tim diterima Kepala Puskesmas, programer melakukan supervisi terhadap pengelola program Puskesmas di ruang masing-masing. Diskusi mewarnai proses supervisi. Pembahasan terkait aturan, SK, regulasi dan kendala-kendala yang dihadapi oleh pengelola program di Puskesmas.

Kesimpulan akhir supervisi disampaikan oleh masing-masing programer sebagai bahan evaluasi pelaksanaan tugas di Puskesmas.

Superviasi di Puskesmas Bangunsari di akhiri pukul 11.15

Selasa, 22 Februari 2022

Validasi Data Imunisasi Tahun 2021

Dinas Kesehatan melaksanakan validasi data vaksinasi tahun 2021 lingkup Kabupaten Madiun bersama 26 Puskesmas yang dinaunginya. Kegiatan dilaksanakan di ruang pertemuan Instalasi Farmasi Klinis lantai 2, Jalan Raya Solo Nomor 30 Madiun, Selasa 22 Februari 2022. 

Kegiatan dihadiri Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Anies Djaka Karyawan, Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Agung Dodik Pujianto, SST., Programer Imunisasi, Luluk Dwinanda Puspita dan Koordinator Imunisasi dari 26 Puskesmas se-Kabupaten Madiun. 


dr. Anies Djaka Karyawan dalam sambutannya meminta seluruh peserta untuk tetap semangat dan selalu menjaga kesehatan.  “Tugas Bapak dan Ibu semakin banyak karena pandemi dalam 2 tahun terakhir, apalagi laporan dipantau setiap hari,” demikian ungkap dr. Anies.
 

“Vaksinasi adalah langkah efektif dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19. Kita masih ingat pada bulan Juli 2021 masyarakat harus antri di Rumah Sakit karena gejala berat, tapi gelombang yang baru datang ini tidak terlalu banyak gejala berat.” Tambah dr. Anies. 

Peran vaksinator sangat besar dalam menciptakan imunitas masyarakat Kabupaten Madiun terhadap virus Covid-19 secara keseluruhan. “Terima kasih atas perjuangan Bapak Ibu dalam menyehatkan masyarakat Kabupaten Madiun dengan melaksanakan Vaksinasi mulai tahun 2021 yang lalu,” demikian pungkas dr. Anies. 

Melanjutkan apa yang telah disampaikan dr Anies, Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Agung Dodik Pujianto, SST. meminta peningkatan upaya memperkecil gap vaksinasi Covid-19 dosis 1 dan dosis 2 dengan memperbanyak pelaksanaan vaksinasi dosis 2. 


Agung Dodik Pujianto menambahkan adanya perubahan regulasi vaksinasi Covid-19 dosis lanjutan untuk sasaran lansia, “Yang semula diberikan jarak 6 bulan setelah pelaksanaan vaksinasi dosis 2 baru bisa menerima vaksinasi dosis 3, sekarang diberikan minimal rentang 3 bulan,” lanjut Agung Dodik Pujianto.
 

Saat membahas Imunisasi rutin, Agung Dodik Pujianto menjelaskan adanya pergeseran sasaran imunisasi untuk Bayi, Baduta, Balita. “Semua disesuaikan mengikuti pertambahan usia, sehingga setiap anak memungkinkan untuk berpindah kelompok sasaran karena dasar pengelompokannya adalah usia anak,” imbuh Agung Dodik Pujianto. 

“Untuk tahun 2022 kami targetkan UCI dan IDL 100% tercapai, sehingga harus dilakukan upaya lebih dalam memenuhi angka minimalnya. Untuk itu harus dilakukan kerjasama dan sinergi yang baik antar anggota tim Vaksinator baik di Puskesmas, maupun antara puskesmas dengan Dinas Kesehatan,” demikian pungkas Agung Dodik Pujianto. 

Sementara itu Programer Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Luluk Dwinanda Puspita menginformasikan akan dilaksanakannya gerakan Bulan Vaksinasi Campak dan Rubella sebagaimana PIN Polio yang pernah ada sebelumnya. 


“Sasaran Bulan Imunisasi Campak Rubella adalah bayi usia 9 bulan sampai 59 bulan tanpa memandang status imunisasi yang sudah diikuti,” demikian ungkap Luluk.
 

Bulan Imunisasi Campak Rubella digagas secara nasional karena muncul banyak kasus Campak dan Rubella di Indonesia. 

“Untuk itu perlu segera dilakukan microplanning dan koordinasi lintas sektoral di tingkat puskesmas. Mohon teman-teman bisa mulai menyiapkan data yang sekiranya diperlukan,” demikian pungkas Luluk. 

Validasi data imunisasi tahun 2021 dilaksanakan semua puskesmas yang hadir setelah penyampaian informasi vaksinasi Covid-19 dan Imunisasi rutin. Kegiatan diakhiri pukul 11.00.

Jumat, 18 Februari 2022

Vaksinasi Massal BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun

 

Bank Daerah Kabupaten Madiun bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melaksanakan vaksinasi dosis lanjutan secara  massal bagi karyawan-karyawatinya, Sabtu 19 Februari 2022.

Vaksinasi dilaksanakan di lobi kantor pusat BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun Jl. Raya Solo No. 30 Jiwan Madiun untuk karyawan-karyawati di kantor cabang dan kantor kas.

 

"Untuk karyawan-karyawati kantor pusat BPR, vaksinasi dosis lanjutan telah dilaksanakan seminggu yang lalu, Sabtu 12 Februari 2022 bertempat di Puskesmas Jiwan," demikian ungkap Didik Dwi Suparlan, salah satu panitia pelaksana vaksinasi BPR Bank Daerah.

"Tim Vaksinator hari ini kami datangkan dari Puskesmas Kaibon Madiun dengan melibatkan 9 personel," ungkap Agung Dodik Pujianto, SST., Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.


Vaksinasi dosis lanjutan untuk BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun menggunakan vaksin Pfizer, dimulai pukul 08.00 sampai pukul 10.00 diikuti oleh 55 orang.

Presiden Lakukan Peninjauan Percepatan Vaksinasi Secara Virtual

 

Presiden Jokowi melakukan peninjauan vaksinasi covid-19 secara virtual di 17 provinsi menggunakan platform Zoom cloud virtual dari istana Bogor, Jumat 18 Februari 2002.

"Saya hanya ingin mendorong agar seluruh kabupaten/kota dan provinsi ini konsentrasi di suntikan yang keduadan juga suntikan yang ketiga atau booster," ujar Presiden dari Istana Kepresidenan Bogor.

Menurut Presiden, secara nasional cakupan vaksinasi Covid-19 dosis 2 dan dosis 3 masih di bawah 60%, untuk itu perlu dilakukan percepatan vaksinasi utamanya kepada kelompok lanjut usia yang memiliki risiko lebih besar jika terpapar COVID-19.

"Agar didahulukan yang lansia, ini penting sekali, karena dari data terakhir yang saya terima 69 persen yang meninggal karena omicron adalah lansia yang pertama, yang kedua yang belum vaksin," tegasnya.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pandemi ini bisa dihentikan dengan percepatan vaksinasi dan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.


Satu persatu pemkab/pemprov yang menjadi peserta peninjauan Vaksinasi Virtual menyampaikan perkembangan kasus Covid-19, laporan pelaksanaan vaksinasi, ketersediaan sarana-prasarana dalam menghadapi varian omicron yang meliputi ketersediaan tempat tidur rumah sakit, oksigen, obat-obatan dan kesiapan tenaga kesehatan dan ditanggapi secara langsung oleh presiden.

Untuk dosis lanjutan atau booster, kepala Negara meminta agar mengutamakan pelaksanaannya di tempat-tempat dengan tingkat interaksi masyarakat yang tinggi.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam laporannya mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi serentak kali ini dilakukan di 5.107 titik dan menyasar setidaknya 1,1 juta penduduk. Adapun vaksin yang digunakan adalah AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Sinopharm, Johnson & Johnson dan Sinovac.

"Sasaran Vaksinasi hari ini adalah lansia, anak-anak dan masyarakat umum dengan melibatkan 63.112 vaksinator," ujar Listyo dari salah satu lokasi vaksinasi di Museum Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.


Vaksinasi Kabupaten Madiun ditempatkan di Pendopo Ronggo Djoemeno Caruban dan 21 Puskesmas di seluruh Kabupaten Madiun. Pelaksanaan vaksinasi di Pendopo Ronggo Djoemeno melibatkan 6 Tim vaksinator dari Puskesmas Pilangkenceng, Krebet, Wonoasri, RS DKT, Denkesyah dan Urkes Polres Madiun menggunakan vaksin Sinovac, Astrazeneca dan Pfizer untuk melayani dosis 1, dosis 2 dan dosis lanjutan/booster.

____________________
Sumber pernyataan Presiden dan Kapolri : 
https://setkab.go.id/

Jumat, 11 Februari 2022

Vaksin Booster di Pendopo Ronggo Djoemeno Caruban

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melaksanakan vaksinasi dosis lanjutan bagi ASN Pemerintah Kabupaten Madiun di Pendopo Ronggo Djoemeno Jalan Alun-alun Utara Caruban, Jumat 11 Februari 2022.

Untuk pelaksanaan vaksinasi kali ini Dinas Kesehatan menurunkan 10 tim vaksinator dari Puskesmas Mejayan, Klecorejo, Krebet, Pilangkencang, Simo, Sumbersari, Saradan, Mojopurno, Dimong dan Puskesmas Wungu.


Masing-masing tim terdiri dari 1 orang dokter, 2 orang petugas registrasi, 2 orang petugas skrining, 2 orang petugas vaksinator dan 2 orang petugas observasi dan pencatatan.

Vaksinasi dilaksanakan bagi OPD di wilayah Caruban dan sekitarnya yang terdiri dari 9 bagian dan 15 Badan, Dinas, Sekretariat DPRD dan Inspektorat.

Vaksinasi dibagi kedalam 3 sesi untuk menghindari penumpukan peserta. Sesi pertama mulai pukul 08.00 s.d. 09.00 diperuntukkan 9 Bagian, Sekretariat DPRD, BKD, Bakesbangpol Dagri, Bapenda dan Satpol PP. Sesi kedua mulai Pukul 09.00 s.d. 10.00 untuk BPKAD, BAPPEDA, Dinas Lingkungan Hidup, Disparpora dan PUPR. Sesi ketiga pukul 10.00 s.d. 11.00 untuk Dunas PMD, Dinas Pendidikan, Dinas Pergadangan, Koperasi dan Usaha Kecil, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Inspektorat.

10 tim vaksinator memvaksin 626 orang yang terdiri dari ASN dan non ASN sampai selesai pada pukul jam 11.00.

Rabu, 09 Februari 2022

Monev P2P di Puskesmas Sumbersari

Tim monitoring dan evaluasi P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun yang terdiri dari Kepala Bidang P2P, Sub Koordinator P2PM, Sub Koordinator PTM dan Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi dan beberapa staf Bidang P2P melaksanakan monev di Puskesmas Sumbersari.

Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi di Puskesmas Sumbersari dilaksanakan setelah pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi di Puskesmas Saradan, Kamis 10 Februari 2022 diakhiri pukul 11.00 WIB.

Monev dilaksanakan di ruang pertemuan gedung baru Puskesmas Sumbersari. "Gedung ini baru seminggu kami gunakan, sehingga belum semua tertata sebagaimana mestinya. Yang penting peralatan-peralatan medis kami siapkan terlebih dahulu untuk bisa melakukan layanan kesehatan kepada masyarakat." Demikian ungkap drg. Sri Rejeki Kepala Puskesmas Sumbersari.

Dalam sambutannya Kepala Puskesmas Sumbersari menyampaikan kasus-kasus penyakit yang ditangani di Puskesmas Sumbersari, dan banyaknya kasus yang harus ditangani dengan segera.

"Alhamdulillah gedung baru cukup memadai untuk dilakukan rawat inap. Saat pertama gedung ini kami gunakan langsung ada 6 pasien rawat inap." Demikian ungkap drg. Sri Rejeki.

Kepala Puskesmas Sumbersari berharap adanya monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun bisa meningkatkan prestasi dan kinerja Puskesmas.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Anies Djaka Karyawan dalam sambutannya mengatakan, tujuan Supervisi Dinas Kesehatan adalah agar semua pelaksanaan kegiatan di Puskesmas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

dr. Anies juga mengatakan supervisi selama ini terkendala pandemi sehingga terpaksa di tiadakan. "Kami berharap setelah ini monitoring rutin dan supervisi bisa dilanjutkan pada waktu-waktu yang akan datang sebagai upaya untuk tercapai sinergi kerja antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas.' demikian ungkap dr. Anies.

Tim monev menampung sharing permasalahan dan kasus-kasus yang terjadi di Puskesmas Sumbersari dan dirumuskan bersama solusinya.


Kesimpulan evaluasi disampaikan secara terbuka dihadapan seluruh peserta untuk diketahui bersama oleh Kepala Bidang P2P, Sub Koordinator P2PM, Sub Koordinator PTM, Sub Koordinator Surveilans - Imunisasi dan staf terkait.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi di Puskesmas Sumbersari diakhiri dengan doa dan foto bersama seluruh peserta.

Monev P2P di Puskesmas Saradan

Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi di Puskesmas Saradan, Kamis 10 Februari 2022.

Kegiatan diawali sambutan Kepala Puskesmas Saradan, dr. Heri Setiyana yang menyampaikan profile Puskesmas, mulai core value, akreditas, kondisi demografi, peta wilayah kerja dan SDM.

Adapun capaian P2P di Puskesmas Saradan dijelaskan mulai sebaran kasus Covid-19, Cakupan Vaksinasi dosis 1-2, Lansia dan Anak 6-11 tahun.

Sementara program selain covid dibahas kasus-kasus Diare, Kusta, PKP ISPA, TB Paru, HIV, DBD, Jiwa, Gigi dan mulut, indera dan surveilans.

dr. Heri mengusulkan agar ada perhatian lebih besar pada kasus-kasus komorbid yang lebih jelas target sasaran penanganan karena didukung data akurat sampai di tingkat Desa.

dr. Heri juga memaparkan penyerapan BOK sebagai pendukung pelaksanaan kegiatan Puskesmas. dr. Heri juga mengangkat permasalahan yang dihadapi oleh Puskesmas Saradan dan solusi yang telah dilakukan selama ini.

Sebagai bagian inovasi di Puskesmas Saradan, Tata Kelola Mutu akan dilaksanakan mulai tahun 2022

Dalam sambutannya Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr Anies Djaka Karyawan menyampaikan bahwa kegiatan kali ini adalah awal dari monitoring selanjutnya. 

"Dengan segala keterbatasan yang ada, ini kami jadikan sebagai langkah awal untuk pelaksanaan monev terpadu yang melibatkan seluruh bidang dan seksi di Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun." 

Kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan permasalahan-permasalahan oleh setiap seksi pelayanan di Puskesmas terkait penyakit menular, tidak menular, vaksinasi dan imunisasi. Tim mengamati lokasi2 yang diperlukan untuk evaluasi.

Di akhir kegiatan Dr Anies diberikan kesempatan untuk menyampaikan evaluasi dilanjutkan sub koordinator P2PM, Sub koordnator PTM dan Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi diakhiri dengan Doa dan Foto bersama.

Vaksin Booster Hari Kedua di PT INKA Madiun

 


Tim Vaksinator Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun kembali hadir di PT INKA Madiun di Jl. Yos Sudarso No.71, Madiun Lor, Kec. Manguharjo, Kota Madiun untuk melaksanakan vaksinasi dosis lanjutan bagi karyawan-karyawati PT INKA dan anak perusahaannya, Rabu, 9 Februari 2022.

Jika hari pertama, Selasa 8 Februari 2022 Dinas Kesehatan menurunkan 6 tim Vaksinator dari  Puskesmas Sawahan, Madiun, Mojopurno, Wungu, Klagenserut dan Jiwan, untuk pelaksanaan kegiatan vaksinasi pada hari ini hanya menurunkan 4 tim vaksinator dari Puskesmas Wungu, Mojopurno, Jiwan dan Klagenserut.



Pada awalnya panitia memperkirakan pelaksanaan vaksinasi pada hari pertama lebih banyak sehingga disiapkan 6 lokasi vaksinasi di area perusahaan dan 4 lokasi vaksinasi pada hari kedua.

Dari 1000 karyawan-karyawati yang dijadwalkan pada hari pertama hanya hadir 564 orang, sehingga pada hari kedua peserta cukup membludak sampai memenuhi area tunggu yang disiapkan di lokasi vaksinasi, hingga tampak antrian di luar ruang tunggu yang disediakan panitia.



Jika vaksin yang digunakan untuk booster pada hari pertama pelaksanaan vaksinasi adalah Astrazeneca dan Pfizer, pada hari kedua hanya menyuntikkan vaksin booster Pfizer. Tim Vaksinator juga menyediakan vaksin Sinovac untuk vaksin dosis 2 bagi peserta yang belum vaksin dosis 2.



Pada hari kedua 4 tim Vaksinator menyuntik 767 orang karyawan-karyawati perusahaan yang memproduksi aneka produk kereta mulai lokomotif, gerbong barang, kereta penumpang, kereta berpenggerak dan kereta khusus serta produk pengembangan berupa Railway Conditioning, Articulated bus dan Mika Reborn ini.

Vaksinasi hari kedua di PT INKA berakhir pada Pukul 13.00

Peningkatan Kapasitas Petugas Dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji

Musim haji tahun 2022 sudah di depan mata. Penantian jamaah haji yang  panjang karena 2 kali ibadah haji ditiadakan oleh pemerintah Arab Sau...