Untuk itu diperlukan upaya pemberian imunisasi tambahan untuk menutup immunity gap tersebut. Salah satu upaya untuk menutup immunity gap adalah melalui pemberian imunisasi tambahan Campak Rubella pada kelompok umur sesuai dengan kajian epidemiolog bagi setiap provinsi sesuai dengan tingkat risiko.
Untuk mempercepat upaya eliminasi Campak Rubella di Indonesia diperlukan upaya untuk memutus transmisi penularan infeksi Campak Rubella dalam waktu cepat dengan pemberian imunisasi tambahan melalui kegiatan bulan Imunisasi Campak Rubella
Hadir sebagai pembicara Wiwien Purwitasari, SKM, MKES., Programmer Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, sementara peserta kegiatan adalah para Koordinator Imunisasi dan Bidan Koordinator dari semua Puskesmas di Kabupaten Madiun.
Wiwien dalam pembahasannya memaparkan target imunisasi mulai tahun 2020 sampai 2024 dan evaluasi capaian vaksinasi Puskesmas-puskesmas di Kabupaten Madiun tahun 2019 sampai 2021.
Melengkapi imunisasi bayi, pemerintah menyiapkan program imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk mencegah penyakit pneumonia akibat bakteri Streptococcus pneumoniae. Vaksin ini relatif aman dan efektif untuk melindungi dari penyakit akibat bakteri Pneumokokus.
Secara global, Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah merekomendasikan vaksin pneumokokus pada bayi dan anak balita. Di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merekomendasikan pemberian imunisasi PCV untuk melindungi bayi dan balita dari penyakit pneumonia yang disebabkan bakteri pneumokokus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar