Tampilkan postingan dengan label Supervisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Supervisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Maret 2022

Peningkatan Kapasitas Puskesmas Dalam Penemuan Kasus PD3I


Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun menyelenggarakan pertemuan Peningkatan Kapasitas Puskesmas Dalam Penemuan Kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di RM Icha Orient Tarzan Caruban, Kamis, 17 Maret 2022.

Menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, pertemuan dihadiri pihak-pihak yang terkait dengan penemuan kasus-kasus PD3I diantaranya Kepala Puskesmas, Surveilans Puskesmas, Rumah Sakit Dolopo, Rumah Sakit Caruban, Rumah Sakit Dungus dan klinik swasta di lingkup Kabupaten Madiun.


Dalam sambutannya dr. Anies Djaka Karyawan, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mengatakan bahwa penemuan kasus PD3I banyak berkurang karena pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini. 

dr. Anies berharap surveilans bersama seluruh tim meningkatkan penemuan kasus PD3I agar dapat dilakukan penanganan lebih dini dan tidak menjadi KLB di Kabupaten Madiun.


Zumaroh, pejabat fungsional epidemiologi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur selaku narasumber mengharapkan agar peserta mampu mengenali dan melaporkan kasus PD3I di Kabupaten Madiun.

"Bapak-ibu harus mampu melacak kasus PD3I terutama AFP, Campak, Diifteri, Tetanus neonatarum dan Pertusis, kemudian mengambil dan mengirimkan spesimen dengan benar;" demikian lanjut Narasumber yang akrab dipanggil Zuma ini.

Zuma juga menjelaskan Eradikasi Polio 2026, Eliminasi Campak Rubella tahun 2023 lengkap dengan parameternya.


Senam bersama mewarnai penyampaian materi Zuma. Dengan iringan lagu yang populer, seluruh peserta ikut berjoget untuk menyegarkan kembali suasana pertemuan.

Sebelum kegiatan diakhiri pada pukul 12.30, narasumber muda dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur ini memberikan kesempatan tanya jawab untuk lebih mempertajam materi sekaligus menjawab permasalahan yang terjadi di lapangan.

Rabu, 23 Februari 2022

Supervisi Puskesmas Mlilir


Rabu, 23 Februari 2022. Selesai pelaksanaan supervisi di Puskesmas Bangunsari Dolopo, tim Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melanjutkan supervisi di Puskesmas Mlilir, Jl Raya Madiun-Ponorogo Km. 30 Kelurahan Mlilir, Dolopo.

Tim supervisi diterima Kepala Puskesmas Mlilir, dr. Yanti Umi Anggraeni di Ruang Pertemuan Puskesmas. dr. Yanti menghadirkan pengelola-pengelola program di Puskesmas yang dipimpinnya.

Dalam sambutannya dr. Yanti mengatakan, "Ini adalah pertama supervisi lengkap di Puskesmas Mlilir selama saya menjadi Kepala Puskesmas. Semoga membawa kebaikan untuk kedua belah pihak.'


"Kepada teman-teman pengelola program, mohon sampaikan kendala yang dihadapi agar dibantu solusinya oleh Dinkes," demikian lanjut dr. Yanti.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Anies Djaka Karyawan dalam sambutannya mengatakan, "Supervisi ini sebagai tindak lanjut monev yang telah dilakukan sebelumnya, jika sebelumnya bersifat administratif, hari ini kami melihat langsung kondisi di Puskesmas."

Salah satu manfaat supervisi dari Dinas Kesehatan, diharapkan ada sinergi yang semakin baik antara Puskesmas dengan Dinas Kesehatan.


Programer dari Survim, PTM dan P2PM selanjutnya melakukan supervisi kepada pengelola-pengelola program Puskesmas. Hasil supervisi disampaikan di akhir kegiatan. 

"Pengalaman baik yang ada di Puskesmas Mlilir, akan kami share kepada Puskesmas lain agar bermanfaat bagi kemajuan layanan kesehatan di Kabupaten Madiun," demikian pungkas dr. Anies di akhir kegiatan.

Supervisi di Puskesmas Mlilir diakhiri pukul 13.30 WIB.

Supervisi Puskesmas Bangunsari Dolopo


Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun kembali melaksanakan supervisi ke puskesmas. Pelaksanaan supervisi Rabu 23 Februari 2022 dilaksanakan di Puskesmas Bangunsari, Jl. Panjang Punjung, Krajan, Bangunsari, Kecamatan Dolopo.

Rombongan tim supervisi dipimpin Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr. Anies Djaka Karyawan. Hadir bersama tim, sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Agung Dodik Pujianto SST, sub Koordinator P2PM Sukamdo beserta programer-programer Bidang P2P.

Tim supervisi diterima langsung Kepala Puskesmas Bangunsari Dolopo, drg. Cukup Wibowo di Ruang Kesehatan Mulut dan Gigi.


Setelah tim diterima Kepala Puskesmas, programer melakukan supervisi terhadap pengelola program Puskesmas di ruang masing-masing. Diskusi mewarnai proses supervisi. Pembahasan terkait aturan, SK, regulasi dan kendala-kendala yang dihadapi oleh pengelola program di Puskesmas.

Kesimpulan akhir supervisi disampaikan oleh masing-masing programer sebagai bahan evaluasi pelaksanaan tugas di Puskesmas.

Superviasi di Puskesmas Bangunsari di akhiri pukul 11.15

Selasa, 22 Februari 2022

Validasi Data Imunisasi Tahun 2021

Dinas Kesehatan melaksanakan validasi data vaksinasi tahun 2021 lingkup Kabupaten Madiun bersama 26 Puskesmas yang dinaunginya. Kegiatan dilaksanakan di ruang pertemuan Instalasi Farmasi Klinis lantai 2, Jalan Raya Solo Nomor 30 Madiun, Selasa 22 Februari 2022. 

Kegiatan dihadiri Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Anies Djaka Karyawan, Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Agung Dodik Pujianto, SST., Programer Imunisasi, Luluk Dwinanda Puspita dan Koordinator Imunisasi dari 26 Puskesmas se-Kabupaten Madiun. 


dr. Anies Djaka Karyawan dalam sambutannya meminta seluruh peserta untuk tetap semangat dan selalu menjaga kesehatan.  “Tugas Bapak dan Ibu semakin banyak karena pandemi dalam 2 tahun terakhir, apalagi laporan dipantau setiap hari,” demikian ungkap dr. Anies.
 

“Vaksinasi adalah langkah efektif dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19. Kita masih ingat pada bulan Juli 2021 masyarakat harus antri di Rumah Sakit karena gejala berat, tapi gelombang yang baru datang ini tidak terlalu banyak gejala berat.” Tambah dr. Anies. 

Peran vaksinator sangat besar dalam menciptakan imunitas masyarakat Kabupaten Madiun terhadap virus Covid-19 secara keseluruhan. “Terima kasih atas perjuangan Bapak Ibu dalam menyehatkan masyarakat Kabupaten Madiun dengan melaksanakan Vaksinasi mulai tahun 2021 yang lalu,” demikian pungkas dr. Anies. 

Melanjutkan apa yang telah disampaikan dr Anies, Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Agung Dodik Pujianto, SST. meminta peningkatan upaya memperkecil gap vaksinasi Covid-19 dosis 1 dan dosis 2 dengan memperbanyak pelaksanaan vaksinasi dosis 2. 


Agung Dodik Pujianto menambahkan adanya perubahan regulasi vaksinasi Covid-19 dosis lanjutan untuk sasaran lansia, “Yang semula diberikan jarak 6 bulan setelah pelaksanaan vaksinasi dosis 2 baru bisa menerima vaksinasi dosis 3, sekarang diberikan minimal rentang 3 bulan,” lanjut Agung Dodik Pujianto.
 

Saat membahas Imunisasi rutin, Agung Dodik Pujianto menjelaskan adanya pergeseran sasaran imunisasi untuk Bayi, Baduta, Balita. “Semua disesuaikan mengikuti pertambahan usia, sehingga setiap anak memungkinkan untuk berpindah kelompok sasaran karena dasar pengelompokannya adalah usia anak,” imbuh Agung Dodik Pujianto. 

“Untuk tahun 2022 kami targetkan UCI dan IDL 100% tercapai, sehingga harus dilakukan upaya lebih dalam memenuhi angka minimalnya. Untuk itu harus dilakukan kerjasama dan sinergi yang baik antar anggota tim Vaksinator baik di Puskesmas, maupun antara puskesmas dengan Dinas Kesehatan,” demikian pungkas Agung Dodik Pujianto. 

Sementara itu Programer Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Luluk Dwinanda Puspita menginformasikan akan dilaksanakannya gerakan Bulan Vaksinasi Campak dan Rubella sebagaimana PIN Polio yang pernah ada sebelumnya. 


“Sasaran Bulan Imunisasi Campak Rubella adalah bayi usia 9 bulan sampai 59 bulan tanpa memandang status imunisasi yang sudah diikuti,” demikian ungkap Luluk.
 

Bulan Imunisasi Campak Rubella digagas secara nasional karena muncul banyak kasus Campak dan Rubella di Indonesia. 

“Untuk itu perlu segera dilakukan microplanning dan koordinasi lintas sektoral di tingkat puskesmas. Mohon teman-teman bisa mulai menyiapkan data yang sekiranya diperlukan,” demikian pungkas Luluk. 

Validasi data imunisasi tahun 2021 dilaksanakan semua puskesmas yang hadir setelah penyampaian informasi vaksinasi Covid-19 dan Imunisasi rutin. Kegiatan diakhiri pukul 11.00.

Rabu, 09 Februari 2022

Monev P2P di Puskesmas Sumbersari

Tim monitoring dan evaluasi P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun yang terdiri dari Kepala Bidang P2P, Sub Koordinator P2PM, Sub Koordinator PTM dan Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi dan beberapa staf Bidang P2P melaksanakan monev di Puskesmas Sumbersari.

Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi di Puskesmas Sumbersari dilaksanakan setelah pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi di Puskesmas Saradan, Kamis 10 Februari 2022 diakhiri pukul 11.00 WIB.

Monev dilaksanakan di ruang pertemuan gedung baru Puskesmas Sumbersari. "Gedung ini baru seminggu kami gunakan, sehingga belum semua tertata sebagaimana mestinya. Yang penting peralatan-peralatan medis kami siapkan terlebih dahulu untuk bisa melakukan layanan kesehatan kepada masyarakat." Demikian ungkap drg. Sri Rejeki Kepala Puskesmas Sumbersari.

Dalam sambutannya Kepala Puskesmas Sumbersari menyampaikan kasus-kasus penyakit yang ditangani di Puskesmas Sumbersari, dan banyaknya kasus yang harus ditangani dengan segera.

"Alhamdulillah gedung baru cukup memadai untuk dilakukan rawat inap. Saat pertama gedung ini kami gunakan langsung ada 6 pasien rawat inap." Demikian ungkap drg. Sri Rejeki.

Kepala Puskesmas Sumbersari berharap adanya monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun bisa meningkatkan prestasi dan kinerja Puskesmas.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Anies Djaka Karyawan dalam sambutannya mengatakan, tujuan Supervisi Dinas Kesehatan adalah agar semua pelaksanaan kegiatan di Puskesmas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

dr. Anies juga mengatakan supervisi selama ini terkendala pandemi sehingga terpaksa di tiadakan. "Kami berharap setelah ini monitoring rutin dan supervisi bisa dilanjutkan pada waktu-waktu yang akan datang sebagai upaya untuk tercapai sinergi kerja antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas.' demikian ungkap dr. Anies.

Tim monev menampung sharing permasalahan dan kasus-kasus yang terjadi di Puskesmas Sumbersari dan dirumuskan bersama solusinya.


Kesimpulan evaluasi disampaikan secara terbuka dihadapan seluruh peserta untuk diketahui bersama oleh Kepala Bidang P2P, Sub Koordinator P2PM, Sub Koordinator PTM, Sub Koordinator Surveilans - Imunisasi dan staf terkait.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi di Puskesmas Sumbersari diakhiri dengan doa dan foto bersama seluruh peserta.

Monev P2P di Puskesmas Saradan

Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi di Puskesmas Saradan, Kamis 10 Februari 2022.

Kegiatan diawali sambutan Kepala Puskesmas Saradan, dr. Heri Setiyana yang menyampaikan profile Puskesmas, mulai core value, akreditas, kondisi demografi, peta wilayah kerja dan SDM.

Adapun capaian P2P di Puskesmas Saradan dijelaskan mulai sebaran kasus Covid-19, Cakupan Vaksinasi dosis 1-2, Lansia dan Anak 6-11 tahun.

Sementara program selain covid dibahas kasus-kasus Diare, Kusta, PKP ISPA, TB Paru, HIV, DBD, Jiwa, Gigi dan mulut, indera dan surveilans.

dr. Heri mengusulkan agar ada perhatian lebih besar pada kasus-kasus komorbid yang lebih jelas target sasaran penanganan karena didukung data akurat sampai di tingkat Desa.

dr. Heri juga memaparkan penyerapan BOK sebagai pendukung pelaksanaan kegiatan Puskesmas. dr. Heri juga mengangkat permasalahan yang dihadapi oleh Puskesmas Saradan dan solusi yang telah dilakukan selama ini.

Sebagai bagian inovasi di Puskesmas Saradan, Tata Kelola Mutu akan dilaksanakan mulai tahun 2022

Dalam sambutannya Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr Anies Djaka Karyawan menyampaikan bahwa kegiatan kali ini adalah awal dari monitoring selanjutnya. 

"Dengan segala keterbatasan yang ada, ini kami jadikan sebagai langkah awal untuk pelaksanaan monev terpadu yang melibatkan seluruh bidang dan seksi di Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun." 

Kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan permasalahan-permasalahan oleh setiap seksi pelayanan di Puskesmas terkait penyakit menular, tidak menular, vaksinasi dan imunisasi. Tim mengamati lokasi2 yang diperlukan untuk evaluasi.

Di akhir kegiatan Dr Anies diberikan kesempatan untuk menyampaikan evaluasi dilanjutkan sub koordinator P2PM, Sub koordnator PTM dan Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi diakhiri dengan Doa dan Foto bersama.

Peningkatan Kapasitas Petugas Dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji

Musim haji tahun 2022 sudah di depan mata. Penantian jamaah haji yang  panjang karena 2 kali ibadah haji ditiadakan oleh pemerintah Arab Sau...