Dinas Kesehatan melaksanakan validasi data
vaksinasi tahun 2021 lingkup Kabupaten Madiun bersama 26 Puskesmas yang
dinaunginya. Kegiatan dilaksanakan di ruang pertemuan Instalasi Farmasi Klinis
lantai 2, Jalan Raya Solo Nomor 30 Madiun, Selasa 22 Februari 2022.
Kegiatan dihadiri Kepala Bidang P2P Dinas
Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Anies Djaka Karyawan, Sub Koordinator
Surveilans dan Imunisasi, Agung Dodik Pujianto, SST., Programer Imunisasi, Luluk
Dwinanda Puspita dan Koordinator Imunisasi dari 26 Puskesmas se-Kabupaten
Madiun.
dr. Anies Djaka Karyawan dalam sambutannya meminta
seluruh peserta untuk tetap semangat dan selalu menjaga kesehatan. “Tugas Bapak dan Ibu semakin banyak karena
pandemi dalam 2 tahun terakhir, apalagi laporan dipantau setiap hari,” demikian
ungkap dr. Anies.
“Vaksinasi adalah langkah efektif dalam pencegahan
penyebaran virus Covid-19. Kita masih ingat pada bulan Juli 2021 masyarakat harus
antri di Rumah Sakit karena gejala berat, tapi gelombang yang baru datang ini
tidak terlalu banyak gejala berat.” Tambah dr. Anies.
Peran vaksinator sangat besar dalam
menciptakan imunitas masyarakat Kabupaten Madiun terhadap virus Covid-19 secara
keseluruhan. “Terima kasih atas perjuangan Bapak Ibu dalam menyehatkan
masyarakat Kabupaten Madiun dengan melaksanakan Vaksinasi mulai tahun 2021 yang
lalu,” demikian pungkas dr. Anies.
Melanjutkan apa yang telah disampaikan dr
Anies, Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Agung Dodik Pujianto, SST. meminta
peningkatan upaya memperkecil gap vaksinasi Covid-19 dosis 1 dan dosis 2 dengan
memperbanyak pelaksanaan vaksinasi dosis 2.
Agung Dodik Pujianto menambahkan adanya
perubahan regulasi vaksinasi Covid-19 dosis lanjutan untuk sasaran lansia, “Yang
semula diberikan jarak 6 bulan setelah pelaksanaan vaksinasi dosis 2 baru bisa menerima
vaksinasi dosis 3, sekarang diberikan minimal rentang 3 bulan,” lanjut Agung
Dodik Pujianto.
Saat membahas Imunisasi rutin, Agung Dodik
Pujianto menjelaskan adanya pergeseran sasaran imunisasi untuk Bayi, Baduta,
Balita. “Semua disesuaikan mengikuti pertambahan usia, sehingga setiap anak
memungkinkan untuk berpindah kelompok sasaran karena dasar pengelompokannya
adalah usia anak,” imbuh Agung Dodik Pujianto.
“Untuk tahun 2022 kami targetkan UCI dan IDL
100% tercapai, sehingga harus dilakukan upaya lebih dalam memenuhi angka
minimalnya. Untuk itu harus dilakukan kerjasama dan sinergi yang baik antar anggota
tim Vaksinator baik di Puskesmas, maupun antara puskesmas dengan Dinas
Kesehatan,” demikian pungkas Agung Dodik Pujianto.
Sementara itu Programer Imunisasi Dinas
Kesehatan Kabupaten Madiun, Luluk Dwinanda Puspita menginformasikan akan
dilaksanakannya gerakan Bulan Vaksinasi Campak dan Rubella sebagaimana PIN
Polio yang pernah ada sebelumnya.
“Sasaran Bulan Imunisasi Campak Rubella
adalah bayi usia 9 bulan sampai 59 bulan tanpa memandang status imunisasi yang
sudah diikuti,” demikian ungkap Luluk.
Bulan Imunisasi Campak Rubella digagas secara
nasional karena muncul banyak kasus Campak dan Rubella di Indonesia.
“Untuk itu perlu segera dilakukan
microplanning dan koordinasi lintas sektoral di tingkat puskesmas. Mohon
teman-teman bisa mulai menyiapkan data yang sekiranya diperlukan,” demikian
pungkas Luluk.
Validasi data imunisasi tahun 2021
dilaksanakan semua puskesmas yang hadir setelah penyampaian informasi vaksinasi
Covid-19 dan Imunisasi rutin. Kegiatan diakhiri pukul 11.00.